Wednesday, August 29, 2012

5 Pemain bola yang menjadi politikus

01. Eric Cantona
Legenda sepak bola Manchester United (MU), Eric Cantona, bakal terjun ke dunia politik. Ia menyatakan siap maju sebagai calon presiden Perancis pada tahun ini. Maka dari itu, dia akan segera mengumpulkan tanda tangan dukungan yang dibutuhkan.

Cantona harus mendapatkan setidaknya 500 dukungan dari pejabat terpilih sebelum akhir Februari. Ia sudah melayangkan surat kepada para wali kota di Perancis untuk menjelaskan niatnya dan memohon dukungan.

"Perjanjian ini mengharuskan saya untuk berbicara—jauh lebih serius dari sebelumnya, tapi juga dengan ketegasan dari tanggung jawab saya—di mana negara kita sedang mengalami kesulitan memilih apa yang bisa menentukan masa depan," demikian salah satu surat Cantona.



02. Roman Pavluychenko
Sebelum dia menghabiskan waktunya di bangku White Hart Lane, striker Rusia ini pernah berpartisipasi di pemilihan umum lokal di Rusia, di Stavropol pada tahun 2007. Dia terpilih menjadi bagian dari dewan kota mewakili partai presiden Rusia, Vladimir Putin. Kompatriot Pavlyuchenko, Andrey Arshavin juga pernah mengumumkan pencalonannya, akan tetapi mengundurkan diri sehari menjelang pemilihan.


03. Marc Wilmots
Salah satu dari pemain hebat dari Belgia. Dia terpilih menjadi bagian dari anggota senat Belgia yang bertujuan untuk mengembangkan proyek olahraga di negeri tersebut, tapi akhirnya dia mengundurkan diri pada tahun 2005, dia mendapat banyak kritikan dari sesama senator. Wilmot hanya setuju untuk menghadiri proses voting yang penting saja dan mentransfer gajinya di senate untuk organisasi yang membantu penguatan partisipasi pemuda di olahraga

04. George Weah

Setelah berakhirnya perang saudara di Liberia, Weah mengumumkan keinginannya untuk mencalonkan diri menjadi Presiden Liberia pada tahun 2005, dia membentuk Kongres untuk Perubahan Demokratis untuk mendukung pencalonanya. Weah adalah tokoh yang populer di Liberia, sementara itu lawan politiknya menyerang dia dengan kekurangan dia dalam pendidikan formal sebagai halangan untuk memimpin negeri, dan sangat berbeda dengan lawan politiknya yang lulusan Harvard, Ellen Johnson Sirleaf. Para analis politik juga melihat Weah kurang berpengalaman dan menyebut dia sebagai "anak kecil di tengah belantara". Kelayakan Weah untuk menjadi presiden juga dipertanyakan, karena pernah dilaporkan jika Weah pernah menjadi warga negara Prancis selama menjadi pemain Paris St.Germain (PSG), tapi komplain ini ditolak oleh komisi pemilihan umum dan mereka mengizinkan Weah untuk tetap berpartisiapsi dalam pemilihan umum. 


Shevchenko memberikan tanda tangannya pada fansnya yang kelak akan jadi konstituennya

05. Andriy Shevchenko
Setelah pensiun dari dunia sepakbola pada bulan Juni 2012, Shevchenko langsung bergabung kelompok partai Ukraine-Forward, dan menjadi daftar kedua dalam pemilihan untuk bulan Oktober 2012, pemilihan anggota parlemen. Meski sebelumnya dia pernah bilang akan menjadi pelatih sepakbola setelah karir bermainnya, bahkan dia sempat berkata, "Ini dunia yang saya pahami, dunia yang ingin saya tinggali."

Sebelumnya pada akhir  90an, Shevchenko dan pemain lain Dynamo Kyiv yang lain secara terbuka mendukung  Partai Sosial Demokrat Ukraina. Pada  pemilihan presiden Ukraina 2004, Shevchenko mendukung  Viktor Yanukovich. 


No comments: